Email adalah media komunikasi yang penting bagi organisasi dan bisnis. Jika sebuah organisasi tidak memiliki catatan DMARC, mereka menjadi rentan terhadap pemalsuan domain, serangan phishing, dan Business Email Compromise (BEC). Tanpa penerapan DMARC, penyerang dapat menyamar sebagai domain perusahaan untuk menipu karyawan, pelanggan, dan mitra. Dengan meningkatnya ancaman email, organisasi dapat mengalami kerugian reputasi dan finansial. Selain itu, organisasi juga dapat menghadapi masalah “No DMARC Record Found,” yang menunjukkan bahwa domain tersebut tidak memiliki langkah keamanan yang penting.
Untuk memperkuat keamanan email, organisasi perlu menerapkan DMARC untuk menghentikan email palsu yang bertujuan mendapatkan data rahasia dan detail transaksi. Tidak adanya catatan DMARC menunjukkan celah besar dalam keamanan email yang dapat memengaruhi kepatuhan regulasi, kebocoran data, dan penipuan transaksi. Mengatasi masalah ini sangat penting untuk melindungi komunikasi perusahaan dan menjaga integritas email.
Apa itu DMARC?
DMARC (Domain-Based Message Authentication, Reporting & Conformance) adalah protokol autentikasi email yang membantu organisasi dan bisnis melindungi domain mereka dari pemalsuan email, serangan BEC, dan email phishing. DMARC memastikan hanya email yang sah yang dapat dikirim dan diterima. Selain itu, DMARC menyediakan laporan autentikasi email untuk membantu pemilik domain memantau dan meningkatkan keamanan email. Protokol ini bekerja bersama dengan SPF (Sender Policy Framework) dan DKIM (DomainKeys Identified Mail) untuk mengautentikasi email.
Cara Kerja DMARC
DMARC bekerja berdasarkan dua protokol keamanan utama:
- SPF (Sender Policy Framework): SPF membantu dalam mendaftarkan IP yang sah dan mengizinkannya mengirim email atas nama domain Anda.
- DKIM (DomainKeys Identified Mail): DKIM memastikan bahwa email tidak diubah selama pengiriman dan berperan penting dalam menjaga integritas konten email.
Dengan menggabungkan kedua protokol ini, pemilik domain dapat menetapkan kebijakan untuk menangani email yang tidak sah.
Prosedur Implementasi DMARC
Langkah 1: Gunakan generator DMARC untuk membuat catatan.
Langkah 2: Pilih kebijakan DMARC (none, quarantine, atau reject).
Langkah 3: Publikasikan catatan DMARC dalam DNS sebagai entri TXT.
Langkah 4: Verifikasi catatan menggunakan alat pencarian DNS (DNS lookup tools).
Langkah 5: Pantau laporan dan sesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan.
Mengapa DMARC Penting bagi Organisasi dan Bisnis?
Jika Anda menghadapi masalah seperti kesalahan “No DMARC Record Found”, ini menunjukkan bahwa domain Anda tidak memiliki langkah keamanan yang penting. Berikut adalah alasan utama mengapa implementasi DMARC sangat penting:
- Mencegah Phishing dan Email Spoofing: Membantu memblokir penggunaan domain yang tidak sah dalam email penipuan.
- Meningkatkan Deliverability Email: Memastikan email yang sah sampai ke kotak masuk, mengurangi masalah filter spam.
- Memenuhi Kebutuhan Kepatuhan: Berperan dalam memenuhi persyaratan regulasi yang diperlukan untuk perlindungan data dan keamanan email.
- Melindungi Reputasi Merek: Menjaga kepercayaan pelanggan dengan mencegah penyalahgunaan domain.
- Meningkatkan Visibilitas & Pelaporan: Memberikan wawasan mendalam tentang pengirim tidak sah yang menyalahgunakan domain Anda.
- Meminimalkan Serangan BEC: Mengurangi risiko serangan impersonasi dan transaksi penipuan, sehingga menurunkan kemungkinan serangan BEC.
Prosedur Memperbaiki Kesalahan “No DMARC Record Found”
- Identifikasi Masalah
- Kesalahan ini menunjukkan bahwa domain tidak memiliki catatan DMARC dalam pengaturan DNS-nya.
- Pembuatan Catatan DMARC
- Hasilkan catatan DMARC dengan menggunakan alat bantu atau menentukan kebijakan secara manual seperti “none”, “quarantine”, atau “reject”.
- Menambahkan ke DNS
- Publikasikan catatan DMARC sebagai entri TXT dalam konfigurasi DNS domain Anda.
- Verifikasi Propagasi
- Gunakan alat DNS untuk memastikan catatan DMARC telah dipropagasikan dengan benar di seluruh internet.
- Validasi Pengaturan DMARC
- Konfirmasikan catatan DMARC menggunakan alat online untuk memastikan konfigurasi sudah benar dan aktif.
Kesalahan Umum DMARC yang Melemahkan Keamanan Email
- Kesalahan Sintaks: Pastikan sintaks catatan DMARC sudah benar.
- Catatan Hilang: Tidak ada catatan DMARC yang ditemukan dalam DNS.
- Kesalahan Konfigurasi Kebijakan: Kebijakan yang salah dapat menyebabkan masalah pengiriman email.
- Masalah Propagasi: Perubahan pada DNS mungkin memerlukan waktu untuk diterapkan.
- Kegagalan Penyelarasan: Ketidaksesuaian SPF atau DKIM dapat menyebabkan kegagalan DMARC.
Pendekatan Threatcop untuk Memperkuat Autentikasi & Keamanan Email
Threatcop telah memperkenalkan TDMARC, yang membantu organisasi meningkatkan autentikasi dan keamanan email dengan melindungi alur kerja email keluar. Solusi ini melindungi dari serangan BEC seperti CEO Fraud, Faktur Palsu, dan Upaya Impersonasi.
Berikut adalah fitur interaktif TDMARC yang membantu memperkuat keamanan email organisasi:
- Manajemen Smart SPF, Smart DKIM, dan Smart BIMI
- MTA STS
- Visibilitas Domain Lookalike
- Integrasi SIEM
- Notifikasi Real-Time
- Analisis Header Email
Kesimpulan
Implementasi DMARC memiliki peran penting dalam memperkuat perlindungan domain serta meningkatkan keandalan dan kepercayaan dalam pengiriman email. Organisasi perlu membuat dan menerbitkan catatan DMARC dalam pengaturan DNS dengan kebijakan yang sesuai (p=none, quarantine, atau reject). Penggunaan solusi autentikasi email seperti TDMARC dapat membantu meningkatkan postur keamanan email dan mengurangi risiko menjadi korban ancaman email.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci pertumbuhan bisnis. ThreatCop menyediakan solusi terbaik, mulai dari jaringan, storage, cloud, hingga keamanan siber, yang diintegrasikan oleh iLogo Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Pelajari lebih lanjut di Threatcop.ilogoindonesia.com dan konsultasikan kebutuhan IT Anda dengan kami!
