PCI DSS 4.0 Mewajibkan Implementasi DMARC sebelum 31 Maret 2025

Pesatnya pertumbuhan serangan phishing telah menimbulkan kekhawatiran serius karena para pelaku kejahatan siber berusaha mencuri informasi keuangan dan pembayaran rahasia dari organisasi serta bisnis untuk melakukan serangan siber. Untuk mencegah penyalahgunaan data rahasia, akses tidak sah, dan penipuan siber, Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS 4.0) telah menetapkan batas waktu kepatuhan pada 31 Maret 2025 untuk implementasi wajib DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting & Conformance).

Kepatuhan wajib ini bertujuan untuk mengurangi risiko penipuan email, pemalsuan domain, dan serangan phishing, yang menjadi ancaman besar bagi bisnis yang menangani data pemegang kartu atau memproses pembayaran. Persyaratan ini berlaku bagi seluruh bisnis dan organisasi yang menangani atau memproses data pemegang kartu.

Dalam blog ini, kita akan membahas PCI DSS serta memahami pentingnya memastikan kepatuhan terhadap standar ini guna melindungi dari penipuan siber dan akses tidak sah.

Apa itu PCI DSS?

PCI DSS adalah singkatan dari Payment Card Industry Data Security Standard, sebuah standar keamanan yang dirancang untuk melindungi data pemegang kartu. Standar ini mencakup persyaratan untuk enkripsi, firewall, dan kontrol akses guna mengamankan sistem yang menyimpan, mentransmisikan, dan memproses data pemegang kartu.

Pesatnya pertumbuhan serangan phishing yang bertujuan mencuri informasi pembayaran rahasia telah meningkatkan kebutuhan akan langkah-langkah keamanan email yang kuat, yang merupakan bagian penting dari PCI DSS. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, DMARC, yang termasuk dalam PCI DSS versi 4, telah diwajibkan guna meningkatkan kepatuhan dan keamanan email serta mengurangi risiko penipuan pembayaran.

Industri yang Terkena Dampak Aturan Keamanan Email PCI DSS 4.0

  • Layanan Keuangan (bank, pemrosesan pembayaran).
  • E-commerce dan Ritel (toko online).
  • Perhotelan dan Perjalanan (hotel, maskapai penerbangan).
  • Kesehatan (rumah sakit, klinik).
  • Teknologi dan SaaS (platform berlangganan).
  • Telekomunikasi (sistem penagihan).
  • Pemerintahan dan Sektor Publik (pembayaran warga negara).
  • Pendidikan (pembayaran uang kuliah).
  • Manufaktur dan Rantai Pasokan (pembayaran vendor).

Mengapa PCI DSS Mewajibkan DMARC?

Email adalah saluran komunikasi utama bagi bisnis sekaligus menjadi target utama bagi pelaku kejahatan siber. Serangan seperti phishing dan spoofing dapat menyebabkan pelanggaran data besar-besaran, merusak reputasi bisnis, dan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, PCI DSS 4.0 menitikberatkan pada keamanan saluran komunikasi email serta perlindungan sistem dari malware yang dikirim melalui serangan phishing.

Memahami DMARC: Cara Kerjanya

DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting & Conformance) memastikan bahwa hanya email yang sah yang dikirim dari domain Anda. Ini membantu melindungi dari serangan spoofing dan phishing, yang merupakan ancaman utama bagi keamanan data pemegang kartu.

DMARC bekerja dengan menggabungkan dua protokol keamanan utama:

  1. SPF (Sender Policy Framework)
    • Memverifikasi alamat IP pengirim yang berwenang untuk mengirim email atas nama domain Anda.
  2. DKIM (Domain Keys Identified Mail)
    • Memastikan bahwa konten email tidak dimodifikasi dalam perjalanan dan menjaga integritas email.

DMARC mengintegrasikan kedua protokol ini dan memungkinkan pemilik domain untuk menetapkan kebijakan tentang bagaimana menangani email yang tidak sah.

5 Langkah Implementasi DMARC untuk PCI DSS

Berikut adalah langkah-langkah untuk menerapkan DMARC sesuai dengan persyaratan PCI DSS 4.0:

  1. Pembuatan Rekam DMARC
    • Membuat dan mengonfigurasi catatan DMARC di DNS domain Anda.
  2. Konfigurasi Server Email
    • Memastikan bahwa server email mengenali dan menerapkan kebijakan DMARC.
  3. Pemantauan Laporan DMARC
    • Secara rutin meninjau laporan DMARC untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah.
  4. Pengaturan Kebijakan
    • Menentukan kebijakan DMARC untuk email yang tidak memenuhi syarat: “reject” (tolak) atau “quarantine” (karantina).
  5. Peningkatan Berkelanjutan
    • Secara berkala memperbarui dan menyempurnakan pengaturan DMARC berdasarkan wawasan dari laporan.

Bagaimana Threatcop’s TDMARC Membantu Mencapai Kepatuhan?

TDMARC menawarkan solusi autentikasi dan keamanan email yang membantu organisasi melindungi aliran email keluar dari serangan spoofing dan phishing. Beberapa fitur utama TDMARC:

  • Notifikasi Real-time: Memberikan peringatan kepada administrator tentang aktivitas email yang tidak sah.
  • Visibilitas Domain Mirip: Mendeteksi dan mencegah serangan impersonasi pada domain.
  • MTA-STS: Mengamankan transportasi email dari serangan man-in-the-middle.
  • Pemantauan IP Blacklist: Mengidentifikasi dan memitigasi potensi ancaman.
  • Integrasi dengan SIEM: Mempermudah pemantauan keamanan dan respons insiden.
  • Smart DMARC & Smart SPF: Meningkatkan autentikasi email untuk mencegah serangan spoofing dan phishing.
  • Smart BIMI: Memperkuat kepercayaan merek dengan menampilkan logo terverifikasi di klien email.

Kesimpulan

Untuk melindungi pelanggan dari phishing dan pelanggaran data, serta membangun kepercayaan dalam ekosistem pembayaran, DMARC menjadi komponen wajib dalam kepatuhan PCI DSS. Dengan batas waktu 31 Maret 2025 yang semakin dekat, organisasi harus segera mengambil tindakan untuk mengamankan data sensitif dan melindungi diri dari ancaman email modern. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah Threatcop’s TDMARC, yang dirancang untuk membantu memenuhi persyaratan PCI DSS 4.0 dan memperkuat keamanan email.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci pertumbuhan bisnis. ThreatCop menyediakan solusi terbaik, mulai dari jaringan, storage, cloud, hingga keamanan siber, yang diintegrasikan oleh iLogo Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Pelajari lebih lanjut di threatcop.ilogoindonesia.com dan konsultasikan kebutuhan IT Anda dengan kami!